Neurofibromatosis tipe 1 (NF1) adalah kelainan autosomal dominan dan multisistem.Insidensnya terjadi pada sekitar 1 tiap 3000 kelahiran hidup. Hingga saat ini belum tersedia terapi definitif untuk NF1 tindakan bedah merupakan tindakan untuk membuang kelainan neurofibroma. Subterranean dissection merupakan salah satu tindakan bedah untuk neurofibroma yang terdapat pada bibir. Seorang laki-laki berusia 18 tahun dengan diagnosis NF1. Pasien hanya ingin membuang neurofibroma pada bibir bawah kanan. Dilakukan tindakan subterranean dissection untuk membuang neurofibroma tersebut. Tindakan diawali dengan mengoleskan antiseptik Betadine® dan alkohol 70% pada daerah lesi dan sekitarnya. Dilakukan injeksi anestesi bilevel menggunakan Pehacaine® 8cc (lidocaine 2% + adrenalin 1:80.000) di bawah tumor dan jaringan sekitarnya serta pada garis insisi. Setelah ditunggu selama 20 menit kemudian dilakukan insisi dimulai dari garis vermilion sudut bibir ke arah tengah bibir. Dilakukan diseksi tumor (neurofibroma) pada bibir dan sedikit pemotongan pada kulit mukosa yang berlebih. Dilakukan penutupan lesi dengan Vicryl® 5.0 dan terakhir dengan Prolene® 5.0 kemudian dioleskan antibiotik topikal. Telah dilakukan diseksi neurofibroma pada bibir bawah sisi kanan dengan teknik subterranean dissection menggunakan anestesi bilevel dengan hasil baik tanpa deformitas pada dagu dan bibir bawah tetap simetris dan pasien merasa puas.(MDVI 2011; 38/3:129 - 133)
Kata kunci: subterranean dissection, neurofibroma pada bibir bawah, neurofibromatosis tipe 1, anestesia bilevel |
Neurofibromatosis type 1 (NF1) is an autosomal dominant and multisystem disorder. The incidence is of 1 in 3000 live births. Until now there is no definitive therapy for NF1 while surgery procedure remains a choice to remove neurofibromas. Subterranean dissection is a technique to remove lip neurofibroma. An 18-year-old man with NF1 came to remove only his neurofibroma on the right lower lips. A subterranean dissection was performed to remove the neurofibroma. Initially, Betadine® and alcohol 70% was applied to the lesion and surrounding skin. An 8 cc Pehakain® (lidocaine 2% and adrenaline 1:80,000) was injected using bilevel anesthesia technique below the tumor and surounding skin and into the incisional line after. Waiting 20 minutes, then incision line was performed starting from the lip corner extending into medial. Tumor was dissected and the excess mucosal surface was cut. The lesion was closed using Vicryl® 5.0 and Prolene® 5.0 and topical antibiotic was applied. Subterranean dissection with bilevel anesthesia was performed to dissect lower lip neurofibroma. The result is good, no chin deformity, symmetrical lips, and patient was satisfied.(MDVI 2011; 38/3:20-24)
Keywords: subterranean dissection, lower lip neurofibroma, neurofibromatosis type 1, bilevel anesthesia |