Psikoneuroimunologi (PNI) adalah cabang ilmu kedokteran yang mengkaji interaksi antara faktor stres psikologis yang mempengaruhi respons imun, pengaruh stres psikologis terhadap perubahan respons imun, serta manifestasi berbagai penyakit yang diperantarai oleh sistem imun. Secara umum, stres psikologis dapat memicu pelepasan hormon stres misalnya glukokortikoid dan katekolamin yang pada akhirnya mempengaruhi respons imun melalui beberapa jalur. Jalur pertama, melalui sumbu hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA), dengan sintesis corticotropinreleasing hormone (CRH) oleh hipotalamus yang akan merangsang pelepasan adenocorticotropine hormone (ACTH) oleh hipofisis anterior (pituitary), dan stimulasi pelepasan kortikosteroid oleh korteks adrenal. Kortikosteroid merupakan hormon yang penting dalam menekan sistem imun. Jalur kedua, melalui sumbu simpatiko-adrenal medularis (SAM), stresor psikologis akan merangsang sistem adrenergik di saraf pusat, serat saraf pascasinaptik simpatis dan medula adrenal yang akan melepaskan katekolamin. Katekolamin akan mempengaruhi keseimbangan sel Th1/Th2, terjadi pengalihan ke sel Th2 sehingga peran imunitas humoral lebih dominan. Jalur ketiga, melalui sumbu CRH-sel mast. CRH yang dilepas hipotalamus dapat mempengaruhi sel mast melalui reseptor CRHR1 di permukaan sel mast, sehingga terjadi degranulasi sel mast dengan pelepasan histamin dan mediator peradangan lainnya. Jalur lain melalui neuropeptida yaitu substansi P dan neuropeptida Y berefek langsung terhadap sel imun. Selama dekade terakhir telah diketahui bahwa stresor psikologis akut maupun kronis dapat menekan sistem imunitas seluler dan meningkatkan imunitas humoral. Hal ini dapat menerangkan kekambuhan atau keparahan beberapa penyakit kulit misalnya dermatitis atopik, psoriasis vulgaris, urtikaria, lupus eritematosus sistemik, herpes simpleks, dan sebagainya. (MDVI 2011; 38/4:175 -180)
Kata kunci: Psikoneuroimunologi, stresor psikis, respons imun, penyakit kulit. |
Psikoneuroimunologi (PNI) adalah cabang ilmu kedokteran yang mengkaji interaksi antara faktor stres psikologis yang mempengaruhi respons imun, pengaruh stres psikologis terhadap perubahan respons imun, serta manifestasi berbagai penyakit yang diperantarai oleh sistem imun. Secara umum, stres psikologis dapat memicu pelepasan hormon stres misalnya glukokortikoid dan katekolamin yang pada akhirnya mempengaruhi respons imun melalui beberapa jalur. Jalur pertama, melalui sumbu hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA), dengan sintesis corticotropinreleasing hormone (CRH) oleh hipotalamus yang akan merangsang pelepasan adenocorticotropine hormone (ACTH) oleh hipofisis anterior (pituitary), dan stimulasi pelepasan kortikosteroid oleh korteks adrenal. Kortikosteroid merupakan hormon yang penting dalam menekan sistem imun. Jalur kedua, melalui sumbu simpatiko-adrenal medularis (SAM), stresor psikologis akan merangsang sistem adrenergik di saraf pusat, serat saraf pascasinaptik simpatis dan medula adrenal yang akan melepaskan katekolamin. Katekolamin akan mempengaruhi keseimbangan sel Th1/Th2, terjadi pengalihan ke sel Th2 sehingga peran imunitas humoral lebih dominan. Jalur ketiga, melalui sumbu CRH-sel mast. CRH yang dilepas hipotalamus dapat mempengaruhi sel mast melalui reseptor CRHR1 di permukaan sel mast, sehingga terjadi degranulasi sel mast dengan pelepasan histamin dan mediator peradangan lainnya. Jalur lain melalui neuropeptida yaitu substansi P dan neuropeptida Y berefek langsung terhadap sel imun. Selama dekade terakhir telah diketahui bahwa stresor psikologis akut maupun kronis dapat menekan sistem imunitas seluler dan meningkatkan imunitas humoral. Hal ini dapat menerangkan kekambuhan atau keparahan beberapa penyakit kulit misalnya dermatitis atopik, psoriasis vulgaris, urtikaria, lupus eritematosus sistemik, herpes simpleks, dan sebagainya. (MDVI 2011; 38/4:175 -180)
Kata kunci: Psikoneuroimunologi, stresor psikis, respons imun, penyakit kulit. |