| ARTIKEL ASLI |
| PENUTUPAN LUKA TERBUKA YANG BESAR KARENA PENGANGKATAN KELOID DENGAN DOUBLE SKIN GRAFT |
| Alexander Chandra, Daniel Irawan, Arifin Sakti Siregar |
| Bagian/SMF IK Kulit dan Kelamin FK Universitas Sumatra Utara/RSUP H. Adam Malik/RSUP Dr. Pringadi Medan |
| ABSTRAK |
Latar belakang: Skin graft merupakan tindakan untuk menutup luka yang tidak dapat dilakukan penutupan secara aproksimasi langsung. Skin graft terdiri atas epidermis dan sebagian dermis bersama pembuluh darah dan dipindahkan pada lokasi yang lain. Kasus : Seorang pasien pria umur 21 tahun dengan dua buah keloid berukuran 10 cm x 5 cm x 3 cm pada regio torakalis. Dilakukan eksisi dan penutupan luka dengan skin graft. Diskusi: Dalam kasus ini setelah dilakukan eksisi, pilihan yang paling tepat untuk menutup luka adalah skin graft, karena luka yang terjadi setelah pengangkatan cukup besar sulit diharapkan sembuh secara primer. Skin graft juga berfungsi mengurangi risiko terbentuknya keloid baru akibat regangan yang terjadi. Pada pengamatan setelah operasi metode tersebut memberikan hasil yang bagus.
Kata kunci : Keloid, eksisi, skin graft
|
| ABSTRACT |
Background: Skin grafting is a valuable option for wound closing that cannot be closed approximately. A skin graft consists of epidermis and some portion of dermis that is removed from its blood supply and transferred into another location. Case: A 21 year old male with two 10 cm x 5 cm x 3 cm keloid on thoracic region. An excision and wound-closing with skin graft was performed. Discussion: After the excision, the wound-closing was performed with skin graft technique because the wound couldn’t heal primarily. Skin graft is also decreased the risk of a new keloid. This method gave good result on post-operative observation.
Keyword: keloid, excision, skin graft
|