| ARTIKEL ASLI |
|---|
| DOSIS ERITEMA MINIMAL (DEM) REGIO INFRASKAPULA DAN REGIO GLUTEAL DENGAN PENYINARAN NARROWBAND UVB PADA INDIVIDU NORMAL TIPA KULIT IV DAN V |
| Irma Bernadette, Sjaiful Fahmi Daili, Sri Aryani Soedharmono |
| Departemen IK Kulit dan Kelamin FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo - Jl. Diponegoro 71, Jakarta Pusat. |
| ABSTRAK |
Latar belakang: Fototerapi pada penyakit kulit merupakan penyinaran terutama menggunakan radiasi ultraviolet, untuk kepentingan pengobatan pada berbagai kelainan kulit. Pada fototerapi dengan UVB tahap pertama adalah mencari nilai dosis eritema minimal (DEM) guna menentukan dosis awal terapi. Penelitian ini akan mencari nilai DEM pada penyinaran dengan narrowband ultraviolet B (UVB) terhadap individu normal bangsa Indonesia tipe kulit IV dan V. Metode: Pada 30 orang Indonesia normal, 18 orang laki-laki dan 12 orang wanita, berusia 20-55 tahun dengan tipe kulit IV sebanyak 14 orang dan tipe kulit V sebanyak 16 orang, bersedia mengikuti penelitian dengan pernyataan tertulis, tidak sedang mendapat pengobatan yang diduga sebagai photosensitizer, tidak pernah mengalami reaksi fotosensitivitas dan tidak sedang hamil, dilakukan survey klinis dengan rancangan studi potong lintang. Pada kunjungan subyek pertama kali dilakukan penyinaran narrowband UVB dengan menggunakan lempeng karet elastis berukuran 20x10 cm2, dan difiksasi pada 6 titik lokasi di region infraskapula dan region gluteal masing-masing dengan dosis UVB lokasi I = 800 m⌡; II = 900 m⌡; III = 1000 m⌡; IV = 1100 m⌡; V = 1200 m⌡; VI = 1300 m⌡. Pada kunjungan ke II (18 sampai 24 jam setelah penyinaran) ditentukan salah satu titik loksi pada masing-masing region infraskapula dan gluteal tersebut yang berwarna merah jambu minimal dengan batas tegas. Dosis yang digunakan pada titik lokasi tersebut ditentukan sebagai DEM. Hasil: Nilai rata-rata DEM infraskapula adalah 1066,7 m⌡ dengan SD 139,8. Nilai rata-rata DEM gluteal 1093,3 m⌡dengan SD 131,1. Tipe kulit V memiliki nilai DEM yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kulit IV dan secara statistic bermakna. P = 0,000 dan p = 0,001 (p<0,05). |
| ABSTRACT |
Background: Phototherapy of skin diseas is mainly restricted to the use of ultraviolet (UV) radiation for therapeutic benefit. The first step in treatment is to asses the sensitivity of the patient to UVB radiation to measure the initial exposure dose (Minimal Erythema Dose/MED). The aim of this study is to determined the MED with narrowband UVB in Indonesian with skin type IV and V. Methods: Thirty normal Indonesians, eighteen men and 12 woman participated in this study. The ages of the subjects ranged from 20 years to 55 years. Fourteen subjects were skin type IV and 16 subjects were skin type V. Written informed consent were collected, all subjects have no history of treatment with photosensitizer, no history of photosensitivity reaction and not pregnant. During initial visit, different dosages of narrowband UVB (I = 800 m⌡; II = 900 m⌡; III = 1000 m⌡; IV = 1100 m⌡; V = 1200 m⌡; VI = 1300 m⌡) were irradiated to a template with 2 x 2 cm squares which was affixed to six point of the infrascapula and the gluteal of each subject. On the second visit, 18-24 hours after irradiation, MED was determined by the point location that had a minimal pink color with distinct border. Result: Mean of MED is was found to be 1066.7 m⌡, SD 139.8. Meanwhile mean of MED gluteal was 1093.3 m⌡with SD 131.1. ME of skin type V was higher than MED of skin type IV, and was statistically significant. P = 0.000 and p = 0.001 (p<0.05). |