| ARTIKEL ASLI |
|---|
| SIFILIS KONGENITAL |
| Irma Primawati, Sri Lestari |
| Bagian/SMF IK Kulit dan Kelamin FK Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil - Padang |
| ABSTRAK |
Sifilis kongenital adalah sifilis yang terjadi pada bayi baru lahir, disebabkan oleh infeksi T.pallidum pada wanita hamil. Sampai saat ini sifilis kongenital tetap menjadi masalah kesehatan di dunia, karena insidens yang masih tinggi pada beberapa negara, diagnosis yang sulit ditegakkan, dan dapat menyebabkan kelainan anatomis permanen serta gangguan multi organ pada bayi baru lahir yang dapat mengakibatkan kematian. Manifestasi klinis dibagi menjadi sifilis kongenital dini, sifilis kongenital lanjut dan stigmata. Untuk menegakkan diagnosis sifilis kongenital, digunakan kriteria Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 1989 yang direvisi dan kriteria Kaufmann. Pengobatan berdasarkan rejimen CDC tahun 2002 dan penisilin merupakan obat yang ideal untuk terapi sifilis kongenital. Sifilis kongenital dapat dicegah melalui deteksi dini sifilis dalam kehamilan dan pengobatan adekuat untuk mencegah infeksi pada janin. |
| ABSTRACT |
Congenital syphilis occurs in infant born to mother infected with T.pallidum. Congenital syphilis is still a public health problem, because of the high incidence in some countries, difficulty in diagnosis, and ability to cause permanent anatomic abnormalities, multi organ disorders, and death infants. Clinical manifestation is divided into early congenital syphilis, late congenital syphilis and stigmata. The diagnosis is based on revised Centers for Disease Control and Prevention 1989 and Kaufmann criterias. Based on CDC 2002 guidelines, penicilline has been the drug of choice and ideal agent for treatment of congenital syphilis. Congenital syphilis can be prevented through early detection of syphilis in pregnancy and an adequate treatment to prevent infant infection. |