| EDITORIAL |
|---|
| FOTOTERAPI NARROWBAND ULTRAVIOLET B |
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Fototerapi dengan narrowband ultraviolet B (NB-UVB) saat ini telah terbukti efektif dan aman untuk pelbagai macam penyakit kulit inflamatorik dan neoplastik, termasuk psoriasis, cutaneous T-cell lymphoma, dermatitis atopik, vitiligo, pruritus, antihistamine-resistant symptomatic dermographism, pityriasis lichenoides et varioliformis acuta (PLEVA), pityriasis lichenoides chronica, mycosis fungoides, polymorphous light eruption dan lichen planus.
Untuk pengobatan psoriasis tipe plak yang kronik, NB-UVB tidak hanya lebih efektif tetapi juga dosis minimal eritema dan jumlah pajanan yang diperlukan untuk membersihkan lesi psoriasis (clearance) dan minimal residual activity secara bermakna lebih kecil bila dibandingkan dengan broadband ultraviolet B (BB-UVB).
Narrowband ultraviolet B (NB-UVB) memperlihatkan efek supresif pada respons imun sistemik (termasuk limfoproliferasi) yang relatif lebih kuat dibvandingkan dengan fototerapi BB-UVB. Ozawa dkk. menunjukkan bahwa NB-UVB dapat menurunkan lebih banyak jumlah sel T di dalam lesi inflamasi kulit dibandingkan dengan BB-UVB, dan bekerja langsung sebagai sitotoksik terhadap infiltrat sel T di lesi kulit. Hasil penelitian in vivo Ozawa dkk. tersebut sesuai dengan penelitian in vitro, yaitu pajanan sel T dengan NB-UVB dosis menengah menimbulkan apoptosis cepat. Kemampuan NB-UVB menurunkan jumlah sel T di dermis yang lebih kuat, mungkin berkaitan dengan daya penetrasi NB-UVB yang lebih dalam dibandingkan dengan BB-UVB, dan peluang untuk memberikan dosis lebih besar pada sumber radiasi dengan NB-UVB, karena NB-UVB mempunyai potensi burning yang lebih kecil.
Serupa dengan terapi UVB bentuk lainnya, selain dapat menimbulkan efek sunburn akut, kronik NB-UVB bisa menambah photoageing dan risiko kanker kulit. Penelitian pada binatang percobaan, ternyata NB-UVB mempunyai risiko kanker 2-3 kali lebih besar per MED dibandingkan dengan BB-UVB. Akan tetapi dosis kumulatif yang dibutuhkan pada terapi penderita psoriasis jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan terapi BB-UVB. Hearn dkk melaporkan hasil studi angka kejadian kanker kulit pada 3867 pasien yang mendapat terapi NB-UVB dan follow up sampai 20 tahun, tidak ditemukan suatu hubungan pasti antara terapi NB-UVB dan kanker kulit (termasuk karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma).
Dapat disimpulkan bahwa NB-UVB merupakan modalitas pengobatan untuk pelbagai macam penyakit kulit yang efektif dan aman. Efek samping jangka panjang berupa peningkatan risiko kanker kulit pada terapi NB-UVB belum terbukti dan masih memerlukan penelitian kohor jangka panjang. NB-UVB lebih efektif serta lebih aman bila dibandingkan dengan BB-UVB. |
| Benny E. Wiryadi Departemen IK Kulit dan Kelamin FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo - Jl. Diponegoro 71, Jakarta 10430 |