| EDITORIAL |
|---|
| DERMATOLOGI KOSMETIK, PERKEMBANGAN DAN HARAPAN |
Berbagai kelainan kulit di wajah, seperti akne, kelainan pigmentasi dan kerutan, dapat menimbulkan rasa rendah diri bagi yang mengalaminya. Akne vulgaris adalah kelainan unit pilosebaseus, terutama terjadi pada usia remaja. Sebagai bagian terluar tubuh, kulit sering dan langsung mendapat paparan dari luar, seperti radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan, sehingga terjadi stres oksidatif yang diduga merupakan salah satu bagian dari terjadinya akne. Sistem pertahanan tubuh terhadap stres oksidatif ini berupa adanya antioksidan endogen, dengan salah satu komponen enzimatiknya adalah Superoxide Dismutase (SOD), yang dibentuk dalam seluruh sel eukariotik, sebagai contoh adalah Cu/zn-SOD (enzim cytosolic). Kebanyakan penelitian pengukuran SOD dilakukan dalam jaringan epidermis dan dermis, dengan memakai alat spektrofotometri, dan telah terbukti bahwa aktivitas SOD dalam kulit lebih rendah apabila dibandingkan dengan bagian lain. Pemakaian zinc sebagai antioksidan pada akne telah banyak diteliti, baik pemakaian oral maupun topikal, dengan hasil yang cukup memuaskan. Penatalaksanaan skar akne berbentuk atrofi dapat dilakukan dengan dermal roller, dikombinasi dengan paparan plasma kaya trombosit (PKT), yang mengandung growth factor untuk memperccepat penyembuhan luka. Penggunaan PKT dalam bidang dermatologi kosmetik juga semakin berkembang, seperti pada peremajaan kulit, kerontokan rambut, dan augmentasi jaringan. Peranan sel punca stromal yang didapat dari lipospirate jaringan adiposa dengan perlakuan non |
| Asmaja D. Soedarwoto Departemen IK. Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung |